Filosofi Ketupat Lebaran, Simbol Indahnya Saling Memaafkan - Anwariz.com Sahabat Inspirasi Indonesia

Cari aja disini

Filosofi Ketupat Lebaran, Simbol Indahnya Saling Memaafkan

Filosofi Ketupat Lebaran - Anwariz Blog | Apa sih makna dibalik tradisi membuat ketupat lebaran? Ternyata kebiasaan itu sudah ada sejak jaman Para Wali jauh-jauh hari. Ternyata begini Filosofi Ketupat Lebaran yang pertama kali diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga kepada masyarakat Jawa pada masa mendakwahkan ajaran Islam.

simbol ketupat lebaran

Hari lebaran telah tiba, itu artinya sudah tiba saatnya untuk mengamalkan apa-apa yang didapat selama Bulan Ramadan. Lebaran identik dengan tradisi silaturahim antar keluarga, saling memaafkan dari kesalahan, makan bersama anak saudara. Walaupun pada hakikatnya meminta maaf tidak mesti di hari lebaran saja, kapanpun kita melakukan kesalahan sebaiknya segera minta maaf dan mohon ampunan kehadirat Illahi.

Ketupat atau dalam bahasa jawa dikenal dengan nama kupat adalah hidangan khas Asia Tenggara terbuat dari beras yang dibungkus dengan pembungkus terbuat dari anyaman daun kelapa muda (janur). Ketupat paling banyak ditemui pada saat perayaan Lebaran sampai 5 hari berikutnya ketika umat Islam merayakan berakhirnya bulan puasa.

Ketupat tidak hanya dikenal di Indonesia saja, melainkan banyak dijumpai di berbagai negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei. Sedangkan di Filipina ada juga makanan tradisional mirip ketupat hanya saja berbeda cara mengemasnya saja.

Dalam filosofi masyarakat Sunda dan Jawa, tradisi membuat ketupat tak sekedar pemanis pada hari raya lebaran semata. Ada banyak hikmah dibalik ketupat lebaran. Setidaknya ada 4 filosofi ketupat Idul Fitri untuk kita ambil setelah beranjak dari bulan Ramadan. 

Jika menggunakan pendekatan kalimat Kupat “Ngaku Lepat” dalam bahasa Sunda, Ngaku Lepat artinya mengakui segala bentuk kesalahan/kekhilafan. Sedang dalam istilah Jawa menggunakan pendekatan “Laku Papat”, berarti empat tindakan.

Selain “Ngaku Lepat” dan “Laku Papat” tersebut,  masih terdapat pula filosofi ketupat lainnya, seperti;

1. Gambaran Kesalahan Tingkah Manusia

Setidaknya bentuk bungkus ketupat yang terdiri atas anyaman janur dibuat secara rumit berbentuk anyaman. Tidak semua orang bisa membuat anyaman pembungkus ketupat.
 
2. Gambaran Permintaan Maaf
Hidangan ketupat lebaran biasanya disajikan bersama makanan lain seperti opor ayam, saur-sayuran bersantan.
 
3. Gambaran Kesempurnaan
Rapi serta sempurnanya janur pembungkus ketupat, jika dihubungkan dengan hari kemenangan umat muslim setelah satu bulan lamanya melawan hawa nafsu di Bulan Puasa. Maka kesempurnaan itu harus dijaga sampai 11 bulan berikutnya.

Baca juga:
4. Gambaran Kembali Fitrah
Nasi putih akan langsung nampak ketika bungkusnya dibuka. Yang demikian itu merupakan gambaran kembalinya umat islam kepada kesucian, kebersihan hati setelah saling bermaaf-maafan juga memohon ampunan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Hari Idul Fitri.

Kesimpulan Simbol Ketupat

Untuk itu ketupat tak hanya sekedar makanan khas lebaran saja. Ternyata banyak pelajara, simbol ketupat yang bisa diambil hikmahnya.  Berani mengakui kesalahan, keindahan saling memaafkan, kebersamaan dalam silaturahmi merupakan buah dari tradisi ketimuran milik Indonesia. 

Sebelum mengakhiri tulisan tentang filosofi ketupat lebaran ini izinkan saya mengucapkan selamat memetik buah dari ketaatan puasa sebulan lamanya. Semoga kehadiran ketupat lebaran menjadi simbol kebersamaan antar sesama, lambang kemenangan untuk bekal hidup dikemudian hari selepas Idul Fitri.


No comments:

Post a Comment

Terimakasih atas kunjungannya:

1. Silakan berikan komentar terbaik Anda.
2. Saran & Kritik akan saya terima dengan lapang dada (bukan lapang bola, yaa) sebagai bentuk evaluasi konten blog ini.
3. Dilarang menyertakan LINK hidup atau mati.
4. Jika Anda tidak terima, silakan mengajukan 'banding'!!