Anak Malas Melaksanakan Shalat? Berikut Ini Penyebab dan Solusinya

Anwariz Blog - Apa Penyebab Anak Malas Menjalankan Ibadah Shalat? - Setiap orang tua  tentu mendidik dan mengajarkan yang terbaik kepada anak-anaknya. Semua bentuk pendidikan baik pendidikan keagamaan maupun umum semampu orang tua diberikan baik secara langsung oleh orang tua mapun secara tidak langsung yaitu oleh guru. 
penyebab anak malas shalat
Anak dibentuk oleh anak dengan pendidikan keluarga sehingga anak sesuai dengan harapan orang tua. Mulai dari dalam kandungan Ibu berhati-hati dalam bertutur dan bersikap serta dalam memakan makanan, begitupun dengan Ayah yang bekerjamencari nafkah yang halal, penuh perhatian lebih dari biasanya pada Ibu yang sedang mengandung. Semua hal itu dilakukan dengan harapan besar kelak anak akan menjadi anak baik yang mampu dibanggakan.
 
Setelah anak lahir banyak contoh nyata yang Ayah dan Ibu berikan pada anak. Ketika Ibu atau Ayah melaksanakan aktivitas apapun itu di rumah sebenarnya anak menjadikn Ayah ddan Ibu sebagai model dan media pembelajaran bagi mereka. Bahkan dengan sengaja penuh ketelatenan banyak hal yang telah Ayah dan Ibu lakukan serta korbankan.

Beranjak dewasa anak mulai memakai pikirannya sendiri tanpa lagi harus tergantung pada kita. Hasil yang terlihat pun berbeda-beda. Ada yang terlihat atau tercermin baik namun tidak jarang kita temui anak terdapat perubahan ke arah yang negatif, salah satunya yang menjadi tanda tanya orang tua adalah apa penyebab anak  malas menjalankan ibadah shalat , padahal bukankah sudah dibiasakan dan diajarkan sejak kecil?

Bagi Ayah dan Ibu yang mengalami hal seperti ini janganlah terlebih dahulu menunjuk jari keluar rumah dengan alasan pergaulan, lingkungan masyarakat dan lain sebagainya, melainkan ingatlah kembali apa yang terjadi dengan pendiikan di dalam rumah. Mari kita ingat kembali pada masa anak masih kecil bahkan masih usia balita, bukankan walaupun mereka belum mengerti tetapi ketika Ayah dan Ibu mendirikan  shalat  Ayah  dan Ibu selalu mengajak serta mereka? Bukankah Ayah dan Ibu memberikan contoh nyata pada mereka ? Bukankah  Ayah dan Ibu menanamkan pembiasaan pada mereka? Bahkan Ayah dan Ibu dengan telaten membetulkan setiap gerakan shalat mereka, bahkan Ayah dan Ibu dengan telaten memberikan tes lisan bacaan shalat pda mereka walau dengan cara komunikasi biasa disaat atau di waktu yang senggang. 


Ketika anak sudah beranjak besar, masihkah hal-hal tersebut Ayah dan Ibu lakukan? Berapa Kali dalam sehari berjamaah dengan anak? Berapa kali dalam sehari Ayah atau  Ibu mengajak mereka shalat tanpa harus menyuruh saja? Berapa kali dalam sehari Ayah atau  Ibu mengajak anak mengaji walau satu ayat ? Pernahkan Ayah dan Ibu di waktu santai atau di waktu luang ( tanpa harus memperlihatkan mengetes anak ) mendengarkan hapalan bacaan anak?  
 Sudahkan Ayah atau  Ibu pergi ke mesjid bersama dengan anak?

Hal-hal yang hampir terlupakan adalah contoh nyata dan penanaman pembiasaan yang konsisteen dan berkelanjutan atau terus menerus sampai tutup usia kita. Seiring berjalannya waktu anak akan bertanggung jawab akan kewajibannya, tanggung jawab terhadap  menjalankan perintah mendirikan shalat akan tertanam melekat dalam jiwa anak sehingga meminimalkan kemungkinan anak malas mendirikan shalat. 

Bukankah apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai, namun bukankan setelah menanan kita perlu untuk memupuk, menyirami dan merawatnya dengan baik ? Begitulah beberapa faktor penyebab anak malas shalat.

[anwariz.com - ayu w]

0 komentar

Post a Comment