Peringatan Hari Kartini Inspirasi Kaum Ibu sebagai Guru Sepanjang Masa

memperingati hari kartini 2016
Peringatan Hari Kartini 2016

ANWARIZ.com - Hari Kartini Inspirasi Kaum Ibu - Hari Kartini erat kaitannya dengan kaum ibu, dalam hal ini ibu yang telah mendidik kita menjadi seperti sekarang. Peringatan Hari Kartini tahun 2016, menjadi momen tepat untuk posting tentang Ibu sebagai Guru Sepanjang Masa, meski masih beberapa hari lagi di rayakan namun tidak ada salahnya kita merencanakan jauh-jauh hari untuk ikut berpartisipasi memeriahkan momen penting tersebut. Hari kartini 2016 akan di peringati pada hari kamis 21 April 2016. Untuk itu mari kita bangkitkan semangat sebagai bentuk ucapan terimakasih atas jasa beliau.

Ibu, Guru Sepanjang Masa


Akhir-akhir ini sering sekali muncul dalam pemberitaan tentang tingkah pola remaja yang melakukan tindakan kriminal, seperti pencabulan atau pembunuhan yang di dasarkan pada hal sepele. Dalam kasus seperti ini orang tua pulalah yang akhirnya akan di persalahkan meskipun tak ada orang tua yang mendidik anaknya untuk berbuat salah. Hal ini mungkin di karenakan ada beberapa pendidikan di dalam keluarga yang terlewatkan oleh anak yang tak di berikan orang tuanya. Sehingga anak dengan berani melakukan hal yang berlawanan dengan nilai-nilai budaya, norma, dan prikemanusiaan dan kemudian tidak merasa bahwa apa yang di lakukan adalah sebuah kesalahan yang akan kembali pada dirinya serta keluarganya.
ibu guru sepanjang hayat
Ibu, Guru Sepanjang Masa
Dalam keluarga, jelas kita mengenal orang tua, yaitu Ayah dan Ibu. Mungkin tidak semua, karna ada saja yang terlahir dengan tidak tahu siapa Ayah atau Ibunya atau juga kedua orang tuanya. Keberadaan orang tua akan sangat mempengaruhi watak dari setiap anak. Kita bisa membedakan anak yang mempunyai orang tua yang lengkap dibandingkan dengan anak yang hanya mempunyai Ayah atau Ibu atau sama sekali tidak punya melalui sikapnya atau tata cara perilakunya. 

Yang sering menjadi pertanyaan adalah siapa yang berperan dalam tumbuh kembang dari seorang anak. Ketika di singgung tentang hal ini jelas seorang Ayah akan berkata dirinyalah dan begitupun juga Ibu akan menjawab dirinyalah pula. Tapi pada kenyataannya kedua duanya berperan dalam perkembangan seorang anak, hanya Ibu yang jauh lebih berpengaruh dan mempunyai peran yang dominan dalam perkembangan anak sehingga akan lebih mudah untuk masuk pada diri anak untuk mengarahkan tumbuh kembang anaknya.

Ibu adalah sosok wanita dimana secara psikologi wanita mempunyai karakter yang jauh lebih lemah lembut, sabar, penyayang di bandingkan dengan laki-laki. Hal ini di perlihatkan dalam beberapa pekerjaan yang di dominasi oleh kaum perempuan seperti menyulam, menjahit, dan sebagai pengurus balita. Semua pekerjaan itu membutuhkan kesabaran dan ketekunan serta lemah lembut dari seorang wanita. Apalagi sebagai pengurus balita haruslah mamiliki rasa kasih sayang sehingga anak yang di urus akan merasa nyaman dan tenang berada dalam asuhannya. Begitupun dengan seorang perempuan yang berperan menjadi Ibu di rumah. 

Ibu mempunyai kesabaran yang besar di mulai dari mengandung sembilan bulan, melahirnkan bahkan ketika mengurus anak sampai dengan dewasa. Ibu pula mempunyai rasa kasih sayang yang besar dalam mengurus anak, seperti ketika seorang anak menangis Ibu tenangkan dengan caranya tersendiri, kemudian ketika anaknya sakit, Ibu menjadi susah untuk tidur karena  terus memikirkan anaknya dan banyak contoh hal lainnya. Selain itu kelebihan dari seorang Ibu adalah kualitas waktu yang jauh lebih banyak dibandingkan seorang Ayah. Ini yang menyebabkan Ibu lebih unggul perannya di bandingkan dengan seorang Ayah. 

Meskipun menurut ahli parenthink dalam suatu acara talkshow di suatu televisi mengatakan bahwa, ucapan Ayah sangat mempunyai kesan yang mendalam terhadap anak dan akan terus di kenang oleh anaknya. Ini dikarenakan kualiatas waktu yang singkat menyebabkan apa yang di katakan langsung termaktub dalam ingatannya. Akan tetapi, kualitas waktu yang jauh lebih banyak pada seorang ibu di bandingkan dengan seorang Ayah, anak lebih  banyak berinteraksi dengan Ibunya sehingga proses perkembangan dan pendidikan untuk anak lebih mudah terjadi, diberikan, di awasi dan di arahkan di bandingkan oleh seorang Ayah. 

Baca juga: Kumpulan Kata Bijak Bahasa Inggris Inspiratif


Perkembangan pada anak serta perkembangan pendidikannya pula bisa terjadi karena hal ini. yang menjadi alasan sebenarnya bahwa tumbuh kembang anak di mulai dari pengimitasian atau meniru apa yang di lihat oleh seorang anak. menurut Dr. Faisa Abiretno bahwa “proses pendiidkan pada anak di mulai semnjak anak tersebut lahir, dan empat sampai lima tahun setelahnya adalah saat dimana anak belajar meniru dan membentuk kebiasaan, sesuatu yang akan sangat menentukan kecerdasan, sikap serta kemampuannya suatu hari nanti.” 

Sehingga ketika seorang Ibu berada di rumah dengan kualitas waktu yang lama dan memberikan contoh yang baik maka anak akan meniru apa yang di perbuat oleh Ibunya. Banyak orang bilang “Bagaimana seorang anak jadinya kelak yaitu bagaimana kita (orangtua) terlebih dulu” , ini di karenakan anak jauh lebih suka mengimitasi apa yang di lakukan dan di ucapkan oleh orang terdekatnya, atau orang-orang yang ada di lingkungannya. 

Di sini yaitu orangtua. Ibu mempunyai waktu yang lama sehingga dapat dengan mudah mengarahkan dan membentuk anak untuk menjadi karakter yang baik. Semua bisa di mulai dengan menjadi Guru untuk anak kita sendiri. 

Guru adalah karakter yang di gugu dan di tiru. Dalam hal ini Ibu menjadi Guru dengan mengajarkan dan memberikan contoh melalui tingkah laku seorang Ibu itu sendiri. Jika Ibu menunjukan sikap yang baik terhadap orang lain, maka si anak akan melihat dan meniru hal tersebut. Contoh ketika Ibu dan anaknya yang masih kecil berpergian ke luar rumah kemudian melihat orang yang meminta-minta di pinggir jalan, lalu Ibu tersebut memberikan uang kepada orang yang meminta-minta. 

Hal ini akan di lihat oleh si anak dan masuk dalam memorinya. Ketika anak masih berusia dini seorang anak pasti akan banyak bertanya, begitupun dengan apa yang di lihatnya. Ketika seorang anak bertanya Ibu tidak di benarkan menanggapi dengan kemarahan tapi di sinilah pendidikan di masukan. 

Ibu bisa menerangkan dengan lemah lembut bahwa ketika ada orang kesusahan dan kalau kita bisa atau mampu untuk menolong maka sepantasnya kita tolong. Sampaikan hal ini dengan bahasa yang ringan untuk si anak. Kemudian banyak sekali seorang Ibu yang selalu membentak anaknya ketika anaknya rewel atau mungkin banyak bertanya tentang apapun juga yang ia ingin ketahui. Cara membentak adalah sikap yang kurang tepat karna akan membentuk psikologi anak menjadi kurang kritis atau bahkan tidak kritis. #HariKartini

Rewelnya anak dan sikap banyak tanyanya anak adalah jalan bagi seorang Ibu untuk mendidik anak. Sekarang posisi seorang Ibu menjadi seorang Guru. Ibu bisa menjelaskan hal-hal yang di pertanyakan anak dengan bahasa yang baik dan arahkan pada hal-hal yang baik yang memang anak patut lakukan. 

Selain itu kebiasaan dari seorang Ibu akan sangat berpengaruh terhadap seorang anak. Ingat bahwa anak lebih cenderung meniru untuk kehidupnnya. Sebagai contoh keponakan saya seorang balita laki-laki berumur 3 tahun lebih. ketika dia menonton film kartun dan terdapat satu hal yang menurutnya menakutkan, dia dengan spontan dan dengan pelapalan seorang anak yang belum jelas mengatakan “adzim”. 

Pernah juga ketika dia merengek meminta suatu makanan kepada Ibunya akan tetapi Ibunya tidak mendengar dan terus mengerjakan pekerjaan rumahnya, keponakan saya sambil berteriak dengan gaya anak mengatakan “astaaaaazzzzzzzziiimmmmm”. Hal ini bisa terjadi karna Ibu saya atau neneknya selalu mengucapkan Astagfirullohhaladzim ketika ada hal yang mengagetkan atau apapun kejadian yang  terjadi terhadap beliau. 

Karena intensitas waktu bertemu mereka (keponakan saya dan neneknya) yang sering dan intensitas mendengar ucapan Astagfirullohhaladzim yang sering, sehingga tanpa di suruh atau di ajarkan dengan sendirinya keponakan sayapun mengucapkan hal yang sama. Hal inipun akan berlaku untuk mendidik tingkah laku yang lain seperti sopan santun, tata krama dan sikap-sikap lainnya. Itinya adalaha Ibu menjadi seorang Guru untuk anaknya sendiri. Ajarkan dengan memberikan contoh terlebih dahulu dan anak akan meniru apa yang akan di contohkan. Peringatan Hari Kartini

Hal tersebut juga dapat di terapkan untuk mendidik atau menerapkan nilai-nilai budaya terhadap seorang anak. Sebelumnya ketahui terlebih dahulu apa saja nilai – nilai budaya yang berlaku di daerah kita masing-masing, atau mulai saja dengan sesuatu yang sederhana seperti menghargai kepada orang yang lebih tua. Hal ini bisa di lakukan dengan menerapkan panggilan seperti aa, teteh, kakak, mas, mba, atau panggilan lainnya yang berlaku di daerahnya kepada orang yang lebih tua. 

Hal ini bisa di tanamkan pada anak dalam kehidupannya sehari-hari. Mulailah masukan pendidikan sopan santun ketika anak memulai interaksinya di masyarakat. Seorang ibu yang selalu menemani bisa memperkenalkan pangggilan terhadap yang lebih tua kepada si anak. dengan seringnya mendengar hal tersebut secara spontan anak akan menyimpan tatacara itu dalam memorinya. 

Baca juga: Alasan Kenapa Bangga Menjadi Jomblo

Hal lainnya seperti menyebutkan kata ‘permisi’ ketika lewat di hadapan orang atau meminta ijin untuk meminjam sesuatu. Ajarkan dengan memberikan contohkan oleh seorang ibu dan anak akan melihatnya serta mengikuti apa yang di contohkan oleh Ibunya. 

Menurut Rosselas dalam Motivasi untuk wanita contoh adalah hal yang paling baik dalam mendidik seorang anak.ini bisa di ajarkan pada anak ketika sedang bermain dengan temannya dan kemudian si anak membawa mainan milik temannya, beritahulah oleh Ibu bagaimana tata cara meminjam barang orang dengan bahasa yang baik atau seperti menuntun atau bisa juga seperti kita yang menyeruh kepada si anak tetapi dengan bahasa suruhan yang baik dan bisa di ikuti oleh si anak. Memperingati Hari Kartini

Jika anak sejak dini di didik dengan hal-hal yang baik serta aturan-aturan hidup yang baik maka ketika besar nanti anak sudah bisa menggunakan dan mengerti mana yang baik dan mana yang tidak baik. “Ketika seorang anak berusia lima tahun, ia bisa menjadi tuan Ibunya, ketika berusia sepuluh tahun ia bisa menjadi pelayan Ibunya, ketika berusia lima belas tahun, ia menjadi mitra Ibunya dan setelah itu anak bisa menjadi teman atau musuh Ibunya sesuai dengan bagaimana pola asuh yang di terima” (Hasdai Ibn Shaprut dalam Anggun pratiwi:11). 

Source:

Hari Kartini 2016

Peringatan Hari Kartini

Memperingati Hari Kartini 2016


Kesimpulannya untuk menjadikan anak kelak dewasa tetap menjadi teman Ibunya, berpola yang baik sesuai dengan nilai budaya yang berlaku di sekitarnya, maka seorang Ibu hendaklah jadi Guru terbaik bagi anaknya sendiri di mulai dari kecil, karna sesungguhnya Ibu adalah Guru sepanjang Masa bagi seorang anak.

0 komentar

Post a Comment