Jangan Sampai Anak Jadi Korban Perceraian Orang Tua

JANGAN SAMPAI ANAK MENJADI KORBAN DARI PERCERAIAN ORANG TUANYA

dampak perceraian pada anak
Jangan Sampai Anak Jadi Korban Perceraian Orang Tua, Gambar via alodokter.com

Dampak Negatif Perceraian Bagi Anak, Anwariz.com - Hubungan yang dijalin dalam rumah tangga telah dipersatukan oleh Tuhan. Menjalani rumah tangga tidak semudah dan tidak pula serumit  seperti berpacaran, karena selain melibatkan dua hati juga melibatkan dua pikiran yang berbeda dan berbagi pengalaman siang maupun malam. Setiap keputusan harus diambil berdasarkan kesepakatan bersama dan dengan tujuan bersama pula. 

Hubungan dalam rumah tangga dijalin dengan harmonis membentuk keluarga yang rukun dan bahagia, namun pada kenyataannya tidak sedikit dari kita yang mengalami hal yang berbeda. Banyak diantara kita harus dengan terpaksa mengakhiri rumah tangga dengan berbagai alasan yang pada intinya perceraian tersebut harus dilakukan demi kebahagiaan masing-masing pasangan. Diantara pasangan yang bercerai banyak yang sudah memiliki anak. 

Pilihan perceraian tidaklah mudah tentu mempertimbangkan semuanya dengan matang dan demi kebaikan bersama termasuk anak. Anak harus tumbuh dan berkembang di keluarga yang secara komunikasi dijalin dengan sehat.  Hal yang akan berdampak buruk apabila anak melihat dan mendengar pertengkaran kedua orang tuanya setiap hari, karena biasanya anak cendeng meniru apa yang dilakukan oleh orang tua. 

Berikut beberapa kemungkinan dampak negatif yang pernah dialami anak yang orang tuanya bercerai:
1. Anak yang ceria cenderung menjadi pemurung dan pendiam.

2. Anak pendiam bisa berubah menjadi tempramen dan pemberontak.

3. Lebih betah di luar rumah bermain dengan teman-temannya ketimbang berada di lingkungan rumah, apabila lingkungan yang dikunjungan oleh anak tersebut baik maka akan berpengaruh baik pula bagi anak, namun apabila lingkungan baru yang dia kunjungi buruk maka anak lebih cepat mengikuti alur yang tidak baik tersebut.

4. Anak mengalami penurunan konsentrasi sehingga menjadi lamban atau lambat belajar.

Baca juga:
Karena Kita Adalah Orang Tua Mereka
Tentunya bagi orang tua yang mengalami perceraian hal-hal yang dipaparkan diatas tidak ingin kita alami, maka dengan itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar jangan sampai anak menjadi korban dari perceraian orang tua, diantaranya yaitu:
1. Usahakan tidak ada pertengakaran di depan anak-anak.

2. Libatkan anak dalam komunikasi ringan bahwa orang tua akan  atau telah berpisah atau tidak akan tinggal bersama lagi walau pada usia anak mereka belum memahami sepenuhnya, karena pembicaraan tersebut menyiapkan mental dan pikiran anak secara perlahan-lahan.

3. Tidak membohongi anak akan situasi yang terjadi, dengan meyebutkan salah satu orang tuanya sedang bekerja, keluar kota dll, karena kebenaran yang anak terima dari lingkungan akan membingungkan anak.

4. Tidak menjelek-jelekkan orang tua baik ayah maupun ibunya, tetaplah orang tua dalam pandangan terbaik dan terhebat di depan anak-anak. Sepahit apapun proses perceraian usahakan tidak menjelekkan salah satu orang tua, sehingga anak akan tetap menghormati  kedua orang tuanya dan anak bisa bersikap adil dengan kasih sayang mereka. Jangan racuni anak dengan hal-hal buruk. Tidak menanamkan kebencian pada anak.

5. Berilah kasih sayang utuh pada anak-anak dari keduanya. Walau tempat yang tidak lagi tinggal bersama, namun kasih sayang kedua orang tuanya tetap dibutuhkan oleh anak.

6. Perlihatkan keceriaan pada anak, walau sebenarnya mungkin ada kekecewaan dan kesedihan, namun di depan anak tampillah dengan tegar dan ceria agar anak terbentuk tegar dan ceria.

7. Ajaklah anak ke tempat wisata atau tempat hiburan agar anak melupakan permasalahan yang sebenarnya permasalahan orang tua.

[anwariz.com - ayu w]

2 komentar: