[Pendidikan Keluarga] Karena Kita Adalah Orang Tua Mereka

Bijak Mendidik Anak, Anwariz.com - Pendidikan pada anak merupakan tanggungjawab orang tua, namun karena keterbatasan yang dimiliki orang tua membuat kita mempercayakan pendidikan anak pada beberapa lembaga dan beberapa orang yang biasa disebut guru. Pada era modern ini banyak kompetensi yang ingin dicapai oleh anak yang mau tidak mau menuntut anak lebih banyak menghabiskan waktu diluar rumah, akan tetapi  jangan sampai peran kita sebagai orang tua tergantikan.  

masa depan anak adalah tanggung jawab orang tua
Karena Kita Adalah Orang Tua Mereka
Anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan guru sekolah, guru les privat, guru pendidikan Agama dan teman-teman mereka. Walaupun sebagai orang tua kita sudah memberikan dukungan penuh akan perkembangan dan prestasi anak, namun peran orang tua bukan hanya sebatas materi dan pelimpahan tanggungjawab kepada pihak lain, jauh lebih dari itu yang dibutuhkan oleh seorang anak, bahwa kasih sayang dan pendidikan langsung yang didapat dari orang tua lebih berarti lagi,  karena pendidikan pertama anak berasal dari lingkungan keluarga. 

Selain itu,  kita juga harus bekerjasama dengan guru untuk mengetahui kelebihanan dan kekurangan anak kita, agar kita bersama guru mampu meningkatkan prestasi anak dan memperbaiki yang menjadi kekurangannya. Biasanya seorang guru memiliki buku catatan khusus perkembangan anak baik secara prestasi akademik maupun catatan perilaku dan psikologi yang sedang dihadapi anak, ada bimbingan dan konseling yang juga bisa diberikan oleh seorang guru terhadap anak, dimana catatan-catatan dan tindakan bimbingan konseling tersebut bisa kita ketahui apabila kita selaku orang tua mampu berkomunikasi baik dengan guru maupun  lembaga tempat anak kita menimba ilmu. 

Cara Bijak Mendidik Anak Berkebutuhan Khusus


Jangan sepelekan apabila anak kita mengerjakan sesuatu terutama yang berhubungan dengan pendidikan dengan lambat atau lamban, karena bisa jadi anak tersebut dikategorikan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Apa itu ABK? ABK atau Anak Berkebutuhan Khusus yaitu anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya. ABK tidak  selalu menunjukan pada ketidakmampuan mental, emosi atau fisik. 

Baca juga:

Yang termasuk kedalam ABK antara lain: tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, kesulitan belajar, gangguan prilaku, anak berbakat, anak dengan gangguan kesehatan, autis,  memiliki gangguan motorik,  menjadi korban penyalahgunaan narkotika, obat terlarang, dan zat adiktif lain dan  memiliki kelainan lain. oleh karena karakteristik dan hambatan yang dimilki, maka ABK memerlukan bentuk pelayanan yang khusus pula, sebagai contohnya pada anak  yang mengalami tunanetra yang membutuhkan cara bimbingan membaca huruf yang tentunya berbeda dengan anak yang memiliki penglihatan yang baik, bimbingan yang dilakukan pada anak lambat atau lamban tentunya pula akan berbeda jika membimbing anak berbakat. 

ABK pada perkembangan dunia pendidikan saat ini tidak hanya disekolahkan pada SLB (Sekolah Luar Biasa ) saja, tetapi ada sekolah inklusif yaitu adalah sekolah yang menggabungkan antara layanan pendidikan khusus dengan reguler, sehingga ABK bisa diterima oleh semua lapisan masyarakat tidak lagi dipandang aneh, karena anak sudah terbiasa berbaur, saling menolong dan saling memahami. 

Tentunya anak kita ingin temasuk anak yang berkelebihan dibanding yang berkebutuhan khusus dalam kategori berkekurangan. Tidak sedikit orang tua yang hanya bertemu dengan anak diwaktu malam hari, itu pun menjelang tidur, tidak ada komunikasi apapun antara orant tua dengan guru maupun teman-teman dari anak yang mengakibatkan anak lebih terbuka kepada orang lain daripada kepada orangtuanya sendiri dan orang lain lebih mengetahui tentang anak kita dibanding dengan orang tuanya sendiri. 

Hal-hal yang harus diwaspadai dari anak pada zaman modern ini adalah kenakalan anak terutama kenakalan remaja dan penyimpangan perlilaku. Pada anak usia sekolah dasar sebenarnya lebih mudah untuk mengetahui dengan cepat perubahan tingkah laku anak, apabila selaku orang tua lebih peka dan sensitif terhadap kebaradaan dan kondisi anaknya, yang agak sulit adalah pada anak remaja, dimana pergaulannya sudah mulai luas dan dengan berbagai pihak dari kalangan dan berbagai latar belakang yang berbeda, maka dengan itu disinilah  peran orang tua sangat dibutuhkan untuk memberikan pendidikan, memberikan contoh nyata, menerapkan berbagai aturan, untuk mampu menjalin komunikasi yang baik dengan anak, dengan teman-teman dari anak kita, dengan guru-guru mereka dan lembaga formal, Informal maupun non formal tempat anak kita belajar. 

Banyak informasi di televisi dimana anak melakukan bullying. Bullying adalah tindakan di mana satu orang atau pun lebih mencoba untuk menyakiti atau mengontrol dan menguasai orang lain dengan cara kekerasan baik fisik maupun psikis. Dampak dari Bullying ini sangat besar, bagi pelaku jelas ini adalah tindakan diluar kewajaran, sedangkan bagi korban bisa menyebabkan anak depresi sehingga timbullah keinginan pada korban bullying untuk melakukan percobaan bunuh diri. Tentunya kita selaku orang tua tidak menginginkan apabila anak kita menjadi pelaku maupun korban dari hal-hal bodoh yang tidak semestinya terjadi. Hal yang tidak kita inginkan sebenarnya bisa kita cegah sedini mungkin karena kita mempunyai hak dan kewajiban besar atas pendidikan anak kita, dimana pendidikan tidak hanya terfokus pada IPTEK saja melainkan penanaman perilaku dan pendidikan keagamaan yang menjadi dasar bagi anak-anak kita.

karena kita adalah orang tua mereka
Adegan Ini Bukan untuk Ditiru
Manfaatkan fasilitas modern yang kita miliki seperti handphone, jaringan internet, media sosial untuk memulai komunikasi tersebut. Apabila dalam sehari kita bisa berjam-jam membuka media sosial untuk mengetahui keadaan dari kawan-kawan kita, mulailah sisihkan waktu untuk mengetahui perkembangan anak dan kawan-kawannya, apabila banyak waktu untuk chat dengan teman di grup arisan, maka sisihkanlah waktu untuk chat dengan guru. Apabila kita sering mendownload foto baju yang ingin kita pesan, maka sisakan waktu untuk mendownload berbagai dokumen kegiatan anak di tempat belajarnya. 

Baca juga:  

Pada intinya sesibuk apapun kita, mereka tetaplah anak – anak yang butuh bimbingan dari orang tuanya. Jangan salahkan mereka diam tanpa kata dan hanya menatap benda yang ada ditangan mereka dan menganggap kita tidak ada jika kita yang membentuknya seperti itu. Baik dan buruk dan pendidikan anak merupakan tanggung jawab dari orang tua.anak perlu diarahkan pada jalan kebajikan dengan cara yang bijak dari orang tua, karena terlalu keras kita menggenggam anak, maka akan akan melompat lebih jauh, terlalu lunak pada anak maka anak pun akan terlepas. 

Menyayangi anak bukan pula memberikan segalanya pada anak tanpa mempertimbangkan baik dan buruknya. Jangan sampai seolah kita memberi madu padahal racunlah yang kita berikan kepada anak. Cara yang bijak dalam mendidik anak membentuk anak mampu berperilaku bijak pula, karena orang tua merupakan contoh pendidikan nyata yang ditiru oleh anak sejak dini, karena keluarga adalah lingkungan pendidikan pertama bagi anak. Tidak ada salahnya memulai komunikasi yang terbuka dan nyaman dengan anak, dan lingkungan yang ada disekitar anak kita, karena kita adalah orang tua mereka.

2 komentar:

  1. Anonymous7/29/2019

    Hi there mates, its great article on the
    topic of educationand entirely explained, keep it up all the time.

    ReplyDelete
  2. Anonymous7/29/2019

    Thanks for a marvelous posting! I genuinely enjoyed reading it, you might be a great author.
    I will ensure that I bookmark your blog and will eventually come back from now
    on. I want to encourage you to definitely continue your great job, have a nice evening!

    ReplyDelete