Teruntuk Tuan Dari Puan, Selebihnya Terserah Mau Diberi Judul Apa

Puisi Cinta


Teruntuk, tuan

Yang selalu menyimpan namaku dalam harap dan doa


Sore ini, entah kenapa tanganku ingin berkicau. Bukan kicau, itu terlalu merdu di telinga, ingin berceloteh tepatnya. Mungkin karena si raja siang yang sinar nya menyalip tirai jendela, yang jelas entah kenapa rasanya, yaaa ingin saja๐Ÿ˜… maafkan aku jika dinilai hanya saat gabut saja aku bisa bercerita panjang, eits tapi itu salah besar, mungkin๐Ÿ˜‚ bohong jika aku tak ingin kamu membacanya


Tuan, celoteh ku ini kadang memang tak berbobot, ya anggap saja hari ini hari literasi, jadi kau harus membaca banyak, hehe. Egois sekali ya aku ๐Ÿ˜✌๐Ÿป


Ya seperti yang kamu tau, aku memahami rumpang sejak kecil. Tak ayal jika kepalaku dipenuhi tanda tanya besar. Tapi entah kebaikan apa yang sempat aku lakukan di masa lalu, hingga aku di pertemukan denganmu. 


Sampai pada satu kisah, dimana aku menikmati tiap perjalanan kita. Katamu imajinasiku liar, bukan? Begitulah aku melihat sisi hidup. Terimaksih  telah membersamai kakiku yang rewel menjelajah banyak tempat baru di kota dodol. Entah kemana lagi kaki ini akan kau ajak berlabuh, yang jelas aku suka. Terimakasih untuk selalu ada, terimaksih telah menyimpan namaku dalam proposal harapmu di meja agung milik-Nya. 


Trimakasih, tuan. Aku pun akan langitkan, semoga untukmu. Semoga kau selalu bahagia, dan semoga kamu selalu dalam peluk cintanya. Untukmu, yang kerap ku panggil aa. Maaf jika aku banyak merepotkan. Sekali lagi terimakasih banyak, sebab bagiku menjadi pria bukan hanya perkara mapan dan tampan, tapi juga tentang nyaman dan men(y)enangkan. 


Oya, nanti jika ajak aku untuk duduk di motormu lagi, DM mataharinya ya, bilang jangan terlalu terik, agar kita bisa lebih lama di bawah sinarnya, bukan kita sih aku tepatnya hehe 

Sekali lagi, terimakasih banyak

Dariku, Puan, yang selalu mencari menu sayur dalam tabel menu ๐Ÿ˜…

**

Lalu, Apa jawabku? Akan kucoba sebisanya.

Sembari melebarkan tipis-tipis bibir ini ke arah sisi kiri dan kanan, aku sangat senang membacanya. Bagiku suaramu ini belum seberapa, jikapun diserbu oleh serbuan bertubi-tubi kisah tentangmu, caramu, pandangmu, aku mau. Harapku menjadi kita, selalu.


Suatu nanti jika semoga itu tersemogakan, maaf jika aku tak bisa memberimu lebih. Sebab saat itu inginku satu, akan membawamu lebih.


Terimakasih Nona, telah memberiku makna istimewa ditengah gemanya Ied Adha


Senin, 20 Juli 2021, 17:35 WIB

0 comments

Posting Komentar

Kami tunggu saran dan kritik via kolom komentar