Friday, October 14, 2016

BIJAK MEMBERIKAN MAINAN UNTUK BUAH HATI

Memberikan Mainan Kepada Anak-anak dengan Bijak

Pada perkembangannya, buah hati pada periode emas (25 hari sejak dalam kandungan sampai usia 5 tahun) yang sering disebut sebagai “golden periode/masa keemasan”. Disebut demikian, Karena pada rentang usia ini anak sedang aktif menerima,menyerap dan memahami segala sesuatu yang berhubungan dengan lingkungan sekitar serta berkembangnya kemampuan motorik yang sangat menunjang pertumbuhan fisik dan perkembangan sensorinya.

maian untuk buah hati
Sumber gambar: blogmedia.web.id

Banyak hal yang pada zaman sekarang (yang katanya serba “modern”), para orangtua cenderung memberikan kasih sayang dengan cara yang kurang tepat (kurang lebih sih karena persepsi yang salah yah). Mengapa demikian?, pada zaman ini semua yang serba digital malah menggiring asumsi yang salah dalam benak para orangtua yang mengesampingkan dan melupakan hal-hal inti pada “perkembangan” anak, sehingga kemampuan anak yang seharusnya, tidak berkembang dengan baik dan malah menimbulkan pola perilaku yang negatif.

Lalu, apa sajakah perkembangan inti yang sering dilupakan oleh para orangtua masa kini?. Yuk bunda kita ingat-ingat lagi bahwa perkembangan yang harus dilewati oleh setiap anak itu adalah beberapa tahapan di bawah ini :

1. Motorik kasar
2. Motorik halus
3. Bahasa & bicara (komunikasi)
4. emosi sosial
5. Kognitif  

Yuk, coba kita sama-sama mengingat kembali tahapan mana yang perkembangannya kurang maksimal? Lalu menurut orangtua aspek mana yang paling banyak terlewati? Satu lagi nih yang paling penting dah harus digaris bawahi “apa penyebab utama yang menyebabkan anak melewati tahapan tersebut?”

Jawabannya kebanyakan disebabkan oleh pemberian tontonan dari media “televisi” serta video games pada “gadjet atau komputer” yang dikhususkan orang tua untuk anaknya dengan penggunaan yang tidak dibatasi. Menurut data dari Nelsen Media Research pada tahun 2001"rata-rata anak usia prasekolah menonton televisi selama hampir 3 jam setengah perhari, jumlah ini belum termasuk waktu yang dihabiskan dalam menonton film-film maupun bermain video games" (referensinya jadul yah, tapi gapapa deh ini sebagai bukti aja yah bahwa ditahun itu pun dampak dari pemberian tontonan pada media televisi, gadjet dan bahkan komputer sudah banyak terjadi dan menimbulkan banyak masalah.


Berdasarkan penelitian tersebut, udah sangat jelas lhoo bahwa anak usia prasekolah (di bawah usia 6 tahun) tidak boleh diberikan tontonan dan video games, karena akan berakibat pada kurangnya aktifitas motorik kasar dan halus, sosialisasi pada lingkungan sekitar, kurangnya perhatian karena terlalu fokus akan tontonannya, serta tidak adanya pola komunikasi 2 arah yang harus dilakukan dalam konteks komunikasi, tidak adanya penemuan dan pengalaman langsung (find, search and eksplore) semua hal baru yang akan sangat membantu dalam meningkatkan kemampuan pemahaman serta pola komunikasi dan sosialisasi sebagai suatu sumber pengetahuan untuk modalitas anak pada saat sekolah nanti.

Yuk bunda, mari jauhkan semua media yang tidak mendukung perkembangan buah hati dan mulai luangkan waktu untuk ngajak buah hati kita bermain untuk meningkatkan kemampuan fisik dan pskisnya, bacain cerita dengan media buku bergambar juga lebih meningkatkan daya imajinasi ko buun, ga perlu permainan yang mahal ko, banyak hal yang bisa dilakukan dengan mainan dan barang-barang yang ada disekitar, buat permainan yang menyenangkan serta bisa ningkatin kreatifitas bunda dan buah hati tentunya.

Sumber: "meningkatkan kemampuan bicara anak", Laura Dyer,MCD,CCC-SLP (ahli patologi bicara bersertifikat).2004.
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner