Mengenal Kembali Permainan Tradisional yang Mulai Terlupakan

 
Mengenal Permainan Traisional via kaskus.co.id
Tak terasa sudah menginjak hari ke-17 bagi umat Islam menjalankan ibadah puasa. Tema untuk kali ini kita akan membahas tentang menghidupkan kembali permainan tradisional yang mulai punah. Pada saat ngabuburit, apa aja sih yang Anda lakukan bersama keluarga? Apakah nongkrong di pinggir jalan? Atau asyik bermain gadget? Sambil ngabuburit, ada hal positif yang bisa Anda lakukan bersama anak anda daripada sekedar nongkrong gak jelas di pinggir jalan. Di era globalisasi ini tak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi sudah sangat canggih. Teknologi tidak hanya digunakan oleh para pengusaha, pelajar, atau kaum berada saja. Penggunaan teknologi sudah menjamur dimana-mana mulai dari orang dewasa sampai anak balita. Perkembangan teknologi ini tanpa disadari sudah menggerus kebudayaan dan nilai positif kehidupan bermasyarakat. Setelah lahirnya gadget yang komplit dengan berbagai fasilitas, kehidupan individualisme semakin tinggi. Misalnya saja, dengan adanya gadget anak-anak lebih asyik main sendiri di kamarnya daripada bersosialisasi dengan teman sebayanya di luar. Mereka lebih memilih main game online yang bisa berdampak buruk bagi perkembangan sosio-emosionalnya. Padahal di negara kita ini banyak sekali permainan tradisional yang mempunyai nilai positif bagi perkembangan anak. Warisan kebudayaan nenek moyang ini bisa kita kenalkan pada anak-anak saat ngabuburit. Beberapa permainan tradisional yang menjadi warisan budaya bangsa diantaranya gobak sodor, congklak, benteng, lompat tali, kelereng, layang-layang, gasing, petak umpet, dor tap, balap karung, kasti, dan banyak lagi yang lainnya.

    Gobak Sodor
Permainan tradisional gobak sodor
Gobak Sodor via ninixnews.com
Gobak sodor adalah salah satu permainan tradisional yang ada di Indonesia. Permainan ini ada yang menyebut gobak sodor, ada juga yag menyebut galah asin atau galasin. Permainan gobak sodor dimainkan oleh dua tim. Masing-masing tim terdiri dari tiga sampai empat orang. Pada intinya permainan ini bertujuan untuk melewati garis yang dijaga oleh tim lawan secara bolak-balik. Jika semua anggota tim bisa melewati garis tersebut, maka itulah pemenangnya. Permainan gobak sodor biasa dimainkan di lapang, dibuat kotak berbentuk persegi panjang kemudian dibagi enam. Tim yang bertugas menjaga garis dibagi menjadi empat, tiga orang menjaga garis horizontal, satu orang menjaga garis vertikal. Tim yang menjaga garis ini tidak boleh membiarkan tim lawan melewati garis yang mereka jaga. Permainan ini tentu sangat menyenangkan. Kecepatan berlari dan kewaspadaan adalah kunci dari permainan ini.

    Congklak

permainan congklak tradisional
Congklak via segitiga.net
Permainan congklak dimainkan oleh dua orang. Alat yang digunakan yaitu papan congklak yang memiliki 16 lubang, 14 lubang kecil yang saling berhadapan dan dua lubang besar di kedua ujungnya. Papan congklak ini diisi oleh biji pada setiap lubangnya. Biji congklak yang digunakan bisa dari biji-bijian, batu kecil, kuwuk (kerang), atau biji congklak yang terbuat dari plastik. Jumlah biji congklak seluruhnya adalah 98 biji. Masing-masing lubang yang kecil diisi oleh tujuh biji congklak. Lubang besar yang ada di sebelah kanan adalah lubang milik si pemain. Cara mainnya yaitu, salah satu pemain mengambil biji congklak dari lubang kecil kemudian diisikan pada lubang lain berlawanan arah jarum jam sampai habis. Apabila berakhir di lubang yang besar, maka pemain tersebut dapat mengambil kembali biji congklak dari lubang yang lain. Apabila berakhir di depan lubang lawan yang terisi biji congklak, maka si pemain dapat mengambil biji tersebut dan dimasukkan ke lubang yang besar miliknya. Begitulah seterusnya sampai semua biji pada lubang kecil habis. Pemenang dari permainan ini yaitu yang mendapat biji congklak terbanyak.

    Lompat Tali

Lompat Tali via tomodecade.wordpress.com
Lompat tali minimal dimainkan oleh tiga orang. Tali yang digunakan dalam permainan ini terbuat dari karet gelang yang disambungkan hingga membentuk sebuah tali yang panjang. Permainan ini dapat dilakukan secara berkelompok atau perorangan. Pemain yang dapat melewati tali paling tinggi adalah pemenangnya.
 

    Kelereng

Kelereng via anehitu.com
Siapa sih yang tidak kenal permainan yang satu ini? Walaupun sudah tidak seterkenal pada zamannya, kelereng masih suka digunakan dalam lomba-lomba saat memperingati hari kemerdekaan. Benda bulat kecil yang terbuat dari kaca atau tanah liat ini tidak hanya dijumpai di negara kita saja, tetapi juga dikenal di luar negeri. Permainan unik ini sudah terkenal sejak abad-12. Permainan kelereng biasanya dilakukan oleh anak laki-laki.

    Layang-layang

layang-layang tradisional
Layang-layang via triptrus.com
 
Musim kemarau adalah saat yang tepat untuk bermain layang-layang. Layang-layang terbuat dari kertas atau plastik. Kini layang-layang dapat dibuat sedemikian rupa sehingga terbentuk layang-layang dengan gambar dan warna yang unik. Permainan tradisional ini terkenal di berbagai negara. Pada waktu tertentu, layang-layang ini diikut sertakan dalam suatu festival atau festival layang-layang.
 
 
Itulah tadi beberapa permainan tradisional yang bisa kita lestarikan sebagai warisan budaya bangsa. Sambil ngabuburit, kita bisa mengajak anak untuk memainkan salah satu permainan tradisional tersebut. Berbagai permaianan tradisional dapat melatih anak untuk bersikap gotong royong, sportif, dan toleran.

0 komentar

Post a Comment